Tokoh Masyarakat Apresiasi Aksi Demo THM, Namun Nilai Tuntutan Terlalu Sempit dan Kurang Menyentuh Akar Persoalan

oleh -648 Dilihat

SIMALUNGUN – Menyikapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah massa terkait keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Perdagangan, Kecamatan Bandar, tokoh masyarakat Mhd. Aliaman H. Sinaga, S.H., memberikan apresiasi terhadap penyampaian aspirasi tersebut sebagai bagian dari hak demokrasi warga negara.

Namun demikian, menurutnya, aksi tersebut terkesan dilakukan secara terburu-buru dan kurang matang karena tuntutan yang disampaikan hanya terfokus pada keberadaan THM, sementara masih banyak persoalan lain yang dinilai lebih luas dan menjadi keresahan masyarakat.

“Pada prinsipnya saya mengapresiasi aksi penyampaian pendapat di muka umum sebagai hak konstitusional masyarakat. Akan tetapi sangat disayangkan apabila tuntutan hanya berfokus pada Tempat Hiburan Malam. Persoalan penyakit masyarakat di Kecamatan Bandar tidak hanya itu,” ujar Aliaman.

Ia menilai, apabila tujuan aksi adalah menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, maka tuntutan seharusnya juga mencakup berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik.

Menurutnya, masyarakat masih mengeluhkan dugaan maraknya peredaran narkotika yang hingga kini dinilai belum tertangani secara maksimal, dugaan praktik prostitusi yang disebut-sebut merambah ke hotel, rumah kontrakan maupun rumah kos, serta meningkatnya kasus pencurian dan perampokan yang menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat.

“Kalau memang ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat, maka perjuangkan secara menyeluruh. Jangan hanya satu persoalan yang diangkat, sementara persoalan lain yang tidak kalah serius justru terkesan diabaikan. Masyarakat menginginkan solusi yang komprehensif terhadap seluruh penyakit masyarakat,” tegasnya.

Aliaman juga mengingatkan agar setiap gerakan sosial tetap didasarkan pada data, fakta, dan kepentingan masyarakat secara luas, bukan sekadar menyasar satu objek tertentu.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam mendorong penegakan hukum yang adil dan konsisten terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum tanpa tebang pilih.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat juga menyampaikan bahwa aksi demonstrasi hendaknya tidak hanya menjadi simbol penyampaian aspirasi, tetapi harus mampu menyentuh akar persoalan yang selama ini dikeluhkan warga. Mereka menilai persoalan dugaan narkotika, prostitusi, kriminalitas, perjudian, serta berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya juga perlu menjadi perhatian serius semua pihak.

Para tokoh berharap setiap gerakan yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat benar-benar membawa semangat perbaikan yang menyeluruh sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi terciptanya situasi Kecamatan Bandar yang aman, tertib, dan kondusif.(Tim red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.