Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Lewat Dialog Guna Wujudnya Kota Malang Aman Tertib Rukun

oleh -1119 Dilihat

Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Kecamatan Sukun kembali menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Peningkatan Wawasan Kebangsaan Dalam Mewujudkan Kota Malang Yang Aman,Tertib Dan Rukun”,bertempat di Hotel Tychi,Jl. Jaksa Agung Suprapto No.17, Samaan, Kec. Klojen, Kota Malang,Selasa,14 November 2023.

Dialog kebangsaan dihadiri Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, S.E., Staf Ahli Hukum Pemerintahan dan Politik Pemkot Malang H.Tabrani, S.H., M.Hum, Camat Sukun I. K. Widi E. Wirawan, S.Sos, MM., Lurah Tanjungrejo Mokhamad Dulajis, S.AP., Ketua PKK Kecamatan Sukun, Tri Muriati, S.Pd., Kader PKK, Posyandu, TKSK, Puskesos, Karangweda, Karangtaruna, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, kelurahan sehat, keluarga siaga dari 11 kelurahan se-Kecamatan Sukun. Keseluruhan yang hadir pada dialog kebangsaan kali ini, kurang lebih sekitar 250 orang.

Dalam laporannya , Camat Sukun I. K. Widi E. Wirawan, S.Sos, MM., menyampaikan bahwa dialog wawasan kebangsaan merupakan amanah Ketua DPRD Kota Malang yang diberikan, dalam rangka pelaksanaan kegiatan koordinasi upaya penyelenggaraan kentretaman dan ketertiban umum di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“Dengan dilaksanakan kegiatan ini, perlu adanya pemahaman secara signifikan wawasan kebangsaan melalui sebuah dialog,”tuturnya.

Camat Sukun membeberkan dasar pelaksanaannya sebagai berikut :
1.UUD 1945 dan UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
2., Peraturan Pemerintah No. 88 Tahun 1988 tentang kegiatan koordinasi kegiatan daerah.
3.Peraturan Menteri Dalam Negeri No.71 Tahun 2012, tentang pedoman pendidikan wawasan kebangsaan.
4.Dokumen pelaksanaan perubahan anggaran Kecamatan Sukun tahun 2023.

Disamping itu Widi menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya dialog wawasan kebangsaan,antara lain :
1.untuk mengantisipasi dan mengurangi gangguan sosial.
2.Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia diwilayah Kecamatan Sukun.
3.Meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan di Kecamatan Sukun.
4.Menggerakkan dan Mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga toeransi dan solidaritas antar warga di Kecamatan Sukun.

“Untuk terkait anggara kegiatan dialog wawasan kebangsaan sendiri bersumber dari APBD perubahan Kota Malang TA 2023,”terangnya.

Dialog kebangsaan dibuka PJ.Walikota Malang Dr.Ir.Wahyu Hidayat, M.M., yang diwakili oleh Staf Ahli Hukum Pemerintahan dan Politik Pemkot Malang, H.Tabrani, S.H., M.Hum, Dalam sambutannya pihaknya menyebutkan dialog kebangsaan pada kesempatan kali ini, mengusung sub tema impementasi 4 pilar kebangsaan, yang merajut keragaman budaya serta harmonisasi bangsa.

“Kami percaya melalui pembahasan dan refleksi bersama mengenai 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila,UUD 1945,Bhineka Tunggal Ika ,dan NKRI,kita dapat memperkuat pondasi bangsa dan persatuan kesatuan ditengah keragaman yang ada,”katanya.

Melalui dialog kebangsaan Pemkot Malang mengajak serta untuk meningkatkan pemahaman keberagaman agama dan budaya di masyarakat Kecamatan Sukun secara keseluruhan.

“Pada kesempatan kali ini kami mengajak masyarakat untuk bersama- sama mengambil peran mewujudkan kota malang yang aman, tertib dan rukun. Marilah bersama menjadi agen perubahan yang pro aktif dalam pembangunan, serta mendukung kebijakan-kebijakan yang ada,”lanjut,Tabrani.

Pemkot Malang melayangkan apresiasinya dan ucapan terima kasih kepada panitia, narasumber, serta seluruh undangan yang hadir pada dialog kebangsaan kali ini.

“Semoga hasil diskusi dan pemikiran yang terbangun, pada hari ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan Kota Malang kedepannya. Mari bersama sama kita terus berkomitmen, membangun Kota Malang yang harmonis, maju ,dan berdaya saing,”harapnya.

Sementara itu hadir sebagai Narasumber Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, S.E., berpesan untuk senantiasa menjaga kerukunan sehari-hari berbangsa dan bernegara ditengah masyarakat. Terlebih saat berlangsungnya tahapan pemilu yakni memasuki massa kampanye ,(28/11).

“Sekitar 570 Caleg akan bertarung memperebutkan 45 kursi DPRD Kota Malang,untuk tahapan kampanye (28/11), sedangkan proses pemungutan suara 14 Febuari 2024.Meski nantinya kita beda dalam hal memberi dukungan maupun pilihan jangan sampai terpecah belah,”pesan,Made.

Politikus PDI Perjuangan ini mengakui penyelenggaraan Pileg dan Pilpres adalah tikungan tajam.Dimana nanti isu-isu kan bermunculan yang dibuat oknum tidak bertanggung jawab.

“Saat berlangsungnya massa kampanye kita harus mewaspadai ulah-ulah oknum tidak bertanggung jawab, tidak senang dengan NKRI, selain itu bernafsu menganggu Pancasila sebagai ideologi bangsa,”tegasnya.

Oknum-oknum yang dimaksud oleh Made, disinyalir akan bermain lewat ujaran kebencian, lewat berita berita bohong, lewat masukan negatif yang dapat memecah belah masyarakat.

“Salah satu kelebihan bangsa kita yakni sangat berwarna. Berdiri pada suatu bangsa dilandasi oleh perbedaaan agama, ras, suku, dan budaya. Tapi kelebihan dan kekuatan ini bisa jadi kelemahan. Salah satu buktinya Belanda menjajah Indonesia dengan memanfaatkan politik pecah belah .Ini pelajaran sejarah yang jangan sampai dilupakan bahwa sebuah kelebihan bisa jadi kelemahan kita,”pungkasnya. (Red.JL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.