*Pekerja Alami Kecelakaan Kerja di Area Main Tank OWS Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Korban Dirujuk ke RS Karya Husada, Kepesertaan BPJS di Pertanyakan?*

oleh -110 Dilihat

Foto korban kecelakaan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei

Jalurlangit.id || Simalungun, Sebuah insiden kecelakaan kerja terjadi di area Main Tank OWS pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pekerja mengalami cedera dan harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Berdasarkan laporan awal yang diterima dari petugas HSE Safetyman bernama Renaldi, korban diketahui bernama Rizky Ramadani (20), yang bekerja sebagai helper civil di lokasi proyek tersebut.
Peristiwa terjadi saat korban sedang melakukan pekerjaan membantu memberikan adukan acian MU kepada pekerja lainnya di dalam area Main Tank OWS dengan ketinggian sekitar 1,9 meter. Saat hendak berpindah posisi kerja dan menyantolkan hook pengaman, korban tidak menyadari bahwa pijakan perancah atau hasibah yang diinjaknya sudah berada di ujung. Akibatnya, korban kehilangan tumpuan kaki dan terjatuh dari ketinggian sekitar 1,9 meter.
Menurut kronologi kejadian, insiden terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Setelah terjatuh, korban masih dapat bangun dan langsung menginformasikan kejadian tersebut kepada tim HSE MKI yang berada di lokasi kerja.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim HSE segera memberikan pertolongan pertama (First Aid) kepada korban sebelum membawanya ke ruang First Aider untuk pemeriksaan awal. Selanjutnya korban dirujuk ke Klinik Pandu guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak HSE menyatakan bahwa langkah penanganan cepat dilakukan untuk memastikan kondisi korban tetap stabil serta mencegah dampak yang lebih serius.
Selain melakukan penanganan terhadap korban, pihak perusahaan juga langsung melakukan evaluasi awal terhadap area kerja dan sistem keselamatan yang diterapkan. Beberapa tindakan perbaikan atau corrective action yang akan dilakukan antara lain memberikan pemahaman lebih kepada pekerja terkait Unsafe Action dan Unsafe Condition, mengingatkan seluruh pekerja agar tetap fokus saat bekerja, melakukan inspeksi rutin terhadap perancah kerja, serta meningkatkan housekeeping di area kerja.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara disiplin, terutama pada pekerjaan yang dilakukan di area ketinggian dan menggunakan perancah kerja.

Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari pihak management PT. Marbun Konstruksi Indonesia dan pihak terkait lainnya
(*)

Catatan Redaksi:
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel ini, mereka dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi kepada redaksi kami sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Artikel atau berita sanggahan dapat dikirim melalui email media jalurlangit.id atau nomor kontak yang tersedia di box redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.