Minimnya kegiatan kepemudaan di Kabupaten Simalungun menjadi sorotan. Sekretaris KNPI Kabupaten Simalungun, Edis Galingging, mengkritik kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Simalungun yang dipimpin Bob Presly Saragih.
Ia mendesak agar Bupati Simalungun mengevaluasi secara serius kepemimpinan Kepala Dispora, termasuk mempertimbangkan pencopotan apabila dinilai tidak mampu menjalankan program kepemudaan secara optimal.
Edis menilai, kita bisa melihat pada hari Sumpah Pemuda Tahun 2026 sangat minim sekali kegiatan bagi pemuda di Kabupaten Simalungun ini, keberadaan Dispora seharusnya menjadi motor penggerak dalam membangun potensi generasi muda melalui berbagai program yang terarah, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan pemuda hingga ke tingkat kecamatan maupun nagori.
Menurutnya, pemuda merupakan aset strategis daerah yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang, baik dalam bidang kepemimpinan, kewirausahaan, olahraga, kreativitas, maupun pengembangan kapasitas organisasi kepemudaan.
“Dispora memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong kemajuan pemuda. Jangan sampai keberadaan dinas ini hanya sebatas menjalankan rutinitas administratif, sementara kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh pemuda justru minim,” tegas Edis Galingging dalam pernyataan yang menjadi bahan pemberitaan ini.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan program kepemudaan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan konkret yang terukur dan berkelanjutan.
*KNPI Soroti Peran Dispora dalam Pembinaan Pemuda*
Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI Kabupaten Simalungun, menurut Edis, berharap Dispora mampu membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat dengan organisasi kepemudaan, komunitas, serta kelompok pemuda di berbagai wilayah.
Ia menilai, program pembinaan pemuda harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan kewirausahaan, pendidikan politik bagi pemuda, peningkatan keterampilan, serta pembinaan atlet dan komunitas olahraga dinilai penting untuk mendapatkan perhatian yang serius.
Edis juga mendorong agar anggaran yang dialokasikan bagi sektor kepemudaan benar-benar diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata. Pelaksanaan kegiatan, sasaran peserta, capaian program, serta dampaknya bagi masyarakat perlu dievaluasi secara terbuka.
“Pemuda tidak cukup hanya dijadikan objek dalam program pemerintah. Pemuda harus dilibatkan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, Dispora harus mampu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan dan tantangan generasi muda saat ini,” ujarnya.
*Desak Bupati Evaluasi Kepala Dispora*
Atas kondisi yang disorot tersebut, Edis Galingging mendesak Bupati Simalungun untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Dispora Bob Presly Saragih.
Menurutnya, evaluasi harus didasarkan pada capaian program, realisasi anggaran, efektivitas pembinaan organisasi kepemudaan, serta dampak kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap perkembangan pemuda di Kabupaten Simalungun.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa kepemimpinan Kepala Dispora tidak mampu memenuhi target dan tanggung jawab yang telah ditetapkan, Edis meminta Bupati mempertimbangkan langkah tegas, termasuk pencopotan dari jabatan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.







