Job Fair di KEK Sei Mangkei Diduga Hanya Ajang Seremonial, Ribuan Pencari Kerja Pulang Tanpa Kepastian

oleh -139 Dilihat

Jalurlangit.id || Simalungun, Pelaksanaan job fair tenaga kerja di KEK Sei Mangkei kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kegiatan yang digadang-gadang menjadi solusi pengangguran itu justru dinilai tidak jelas, minim transparansi, dan terkesan hanya menjadi acara formalitas demi pencitraan belaka.

Ratusan hingga ribuan pencari kerja datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun yang diterima justru kebingungan, ketidakpastian, dan proses yang dinilai amburadul. Banyak peserta mengaku tidak mendapatkan informasi jelas mengenai perusahaan penerima kerja, jumlah kebutuhan tenaga kerja, hingga mekanisme seleksi yang transparan.

Ironisnya, kegiatan yang seharusnya membawa harapan bagi masyarakat lokal itu malah meninggalkan tanda tanya besar. Para pencari kerja hanya diminta mengisi berkas dan formulir tanpa penjelasan pasti apakah benar-benar akan dipanggil bekerja atau hanya dijadikan data pelengkap kegiatan.

Publik mulai mempertanyakan keseriusan penyelenggara job fair tersebut. Jangan sampai kegiatan seperti ini hanya dijadikan panggung seremoni dan bahan dokumentasi semata, sementara masyarakat yang datang rela mengeluarkan biaya, waktu, dan tenaga justru pulang tanpa kejelasan.
“Kalau memang serius membuka lowongan kerja, kenapa semuanya serba tidak jelas? Mana transparansi perusahaan penerima? Mana kepastian kuota tenaga kerja? Jangan buat masyarakat seperti diberi harapan palsu,” ungkap salah seorang peserta dengan nada kecewa.

Kritik juga mengarah pada minimnya keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal di sekitar kawasan industri. Masyarakat mempertanyakan manfaat nyata keberadaan KEK Sei Mangkei apabila warga sekitar masih kesulitan mendapatkan pekerjaan di daerahnya sendiri.

Kondisi ini dinilai dapat memicu ketidakpercayaan publik terhadap program-program rekrutmen tenaga kerja yang selama ini terus dipromosikan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta jangan tutup mata terhadap keluhan masyarakat yang semakin kecewa terhadap pola rekrutmen yang dianggap tidak terbuka.

Masyarakat mendesak adanya evaluasi total terhadap pelaksanaan job fair tersebut, termasuk membuka secara terang benderang perusahaan yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja, jumlah penerimaan, hingga hasil akhir seleksi agar tidak menimbulkan dugaan adanya permainan atau sekadar kegiatan simbolis.

Jika kegiatan job fair hanya berakhir menjadi ajang kumpul berkas tanpa hasil nyata, maka wajar apabila publik menilai kegiatan tersebut hanyalah “pesta harapan palsu” bagi para pencari kerja.
“Jangan jual mimpi kepada rakyat yang sedang susah mencari pekerjaan.” ucap Ketua KNPI Kecamatan Bandar, Jhody purba.(Tim red)

Catatan redaksi ;

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email:media jalurlangit.id
atau kealamat yang berada di Box Redaksi. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.