*Heboh Temuan Mayat di TPU Kristen Marihat Bandar, Keluarga Korban dan LSM FRAKSI Desak Polda Sumut Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan, Soroti Lambannya Respons Aparat*

oleh -44 Dilihat

Foto penemuan mayat di pemakaman kristen

Simalungun, Warga Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, mendadak geger setelah ditemukannya sesosok mayat pria di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Nagori Marihat Bandar, Senin (11/05/2026). Korban diketahui bernama Gunardi, warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang selama tiga hari oleh pihak keluarga.

Penemuan mayat tersebut memicu duka mendalam sekaligus kemarahan dari keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Mereka menduga kuat Gunardi menjadi korban tindak pidana pembunuhan yang hingga kini belum berhasil diungkap secara terang oleh aparat penegak hukum.

Didampingi oleh Forum Rakyat Advokasi Kontrol Sosial Indonesia (LSM FRAKSI), pihak keluarga secara resmi meminta atensi penuh dari Polda Sumatera Utara, Polres Simalungun, hingga Polsek Bandar Huluan agar kasus ini segera diusut secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih
Kronologi Hilangnya Gunardi hingga Ditemukan Tak Bernyawa

Berdasarkan keterangan keluarga korban, khususnya adik ipar korban, Yuni Saragih, peristiwa bermula pada Sabtu saat Gunardi dijemput oleh seorang rekan kerja dari rumahnya dengan alasan memperbaiki jaringan WiFi yang rusak.

Namun hingga malam hari korban tidak kunjung pulang.

Keluarga mulai panik setelah nomor telepon korban tidak lagi aktif.

Anak korban bahkan terus menangis sambil memanggil ayahnya, membuat suasana rumah dipenuhi kecemasan dan ketakutan.

Memasuki hari kedua, keluarga masih berusaha mencari keberadaan Gunardi secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Pada Senin pagi, keluarga akhirnya membuat laporan resmi kehilangan orang ke Polsek Bandar Huluan.
Ironisnya, tidak lama setelah laporan dibuat, warga justru dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria di TPU Kristen Nagori Marihat Bandar. Saat keluarga tiba di lokasi, mereka memastikan jasad tersebut adalah Gunardi.

Dugaan Kuat Korban Dibunuh

Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah melihat adanya sejumlah kejanggalan pada tubuh korban.

Menurut warga dan pihak keluarga yang berada di lokasi, ditemukan bekas jeratan di bagian leher serta luka pada tubuh korban, tepatnya di area bawah ketiak.
Jenazah kemudian dievakuasi oleh pihak Polsek Bandar Huluan bersama Tim INAFIS Polres Simalungun untuk dilakukan visum dan autopsi.

Meski demikian, keluarga menilai hingga saat ini penanganan kasus terkesan lamban dan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan pihak keluarga mengaku belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

“Kami bukan hanya kehilangan anggota keluarga, tapi juga merasa diperlakukan seolah-olah tidak berhak mengetahui perkembangan kasus ini. Sampai sekarang belum ada SP2HP.

Kalau memang serius menangani, kenapa keluarga seperti dibiarkan menunggu tanpa kepastian?” ujar keluarga korban dengan nada kecewa.

Kritik Tajam untuk Aparat Penegak Hukum
Kemarahan keluarga dan masyarakat kini mulai meluas. Mereka menilai aparat penegak hukum tidak boleh lamban dalam menangani kasus yang diduga kuat merupakan pembunuhan.

LSM FRAKSI menegaskan bahwa aparat tidak boleh hanya hadir saat olah TKP lalu diam tanpa perkembangan yang jelas. Menurut mereka, keterlambatan pengungkapan kasus justru memunculkan keresahan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Jangan sampai masyarakat menilai aparat hanya sigap saat kamera menyala, tetapi lamban ketika dituntut mengungkap pelaku. Ini nyawa manusia, bukan perkara sepele. Jika identitas orang terakhir yang bersama korban sudah diketahui, lalu kenapa belum ada tindakan tegas dan transparan?” tegas Ketua Umum LSM FRAKSI.

Masyarakat sekitar juga mempertanyakan keseriusan aparat dalam menjaga rasa aman di wilayah hukum Polsek Bandar Huluan.

Mereka menilai kasus penemuan mayat di area pemakaman umum seharusnya menjadi alarm keras bagi kepolisian untuk bergerak cepat dan terbuka kepada publik.

“Kalau kasus seperti ini saja lambat diungkap, bagaimana masyarakat bisa merasa aman? Jangan sampai muncul anggapan hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul terhadap kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat,” ungkap salah seorang warga.

Desakan kepada Kapolda Sumut

Keluarga korban bersama LSM FRAKSI kini meminta Kapolda Sumatera Utara turun tangan langsung memberikan atensi khusus terhadap kasus ini agar proses penyelidikan berjalan objektif dan profesional.
Mereka mendesak agar:
Seluruh pihak yang terakhir bersama korban segera diperiksa secara intensif.

Aparat segera menerbitkan SP2HP kepada keluarga korban.
Proses autopsi dibuka secara transparan kepada pihak keluarga.

Dugaan pembunuhan diusut hingga tuntas tanpa ada yang dilindungi.

Keluarga besar almarhum Gunardi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku berhasil ditangkap dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Bandar Huluan maupun Polres Simalungun belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus kematian Gunardi tersebut.
(Tim-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.