*Supir Gas Elpiji Dibacok di Simpang Timun Panombean, Warga Soroti Sikap Bungkam Polsek Bandar Huluan*

oleh -108 Dilihat

Foto hanya Ilustrasi

SIMALUNGUN — Aksi kriminal kembali menggemparkan masyarakat Kabupaten Simalungun. Seorang supir pengangkut gas elpiji bernama Herman Umi (21), warga Huta Bayu Nagori Bandar Masilam I, Kecamatan Bandar Masilam, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di kawasan Simpang Timun Panombean, Rabu malam (28/05/2026) sekira pukul 20.00 WIB.

Informasi yang diperoleh dari warga sekitar menyebutkan, pelaku awalnya menggunakan modus meminjam mancis kepada korban. Namun secara tiba-tiba pelaku diduga langsung melakukan aksi pembacokan terhadap korban hingga mengalami luka serius.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat, termasuk urat tangan yang putus, pendarahan dalam, serta harus menjalani operasi dengan 21 jahitan di Rumah Sakit Karya Husada. Selain luka fisik, korban juga mengalami kerugian materi sekitar Rp2 juta.

Peristiwa berdarah itu kini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai aksi kejahatan jalanan di wilayah tersebut semakin nekat dan brutal.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Bandar Huluan terkait peristiwa pembacokan tersebut. Kondisi itu memunculkan berbagai pertanyaan dari publik dan kalangan masyarakat mengenai transparansi penanganan kasus kriminal di wilayah hukum tersebut.

Sejumlah warga bahkan menilai sikap diam aparat justru menimbulkan kesan buruk di tengah masyarakat. Publik berhak mengetahui perkembangan penanganan kasus yang telah menyebabkan korban mengalami luka berat dan nyaris kehilangan nyawa.

“Kejadian begini bukan perkara kecil. Korban sampai operasi dan urat putus, tapi kenapa belum ada penjelasan resmi? Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran atau kasus sengaja ditutup-tutupi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kritik keras juga mulai diarahkan kepada Polsek Bandar Huluan agar tidak terkesan bungkam terhadap kasus kriminal yang meresahkan masyarakat. Aparat penegak hukum seharusnya hadir memberikan rasa aman, bukan malah memunculkan dugaan publik bahwa informasi sengaja dirahasiakan agar perhatian masyarakat dan wartawan mereda.

Jika aparat terus memilih diam tanpa transparansi, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum bisa semakin menurun. Publik meminta Kapolres Simalungun turun tangan mengevaluasi penanganan kasus tersebut dan memastikan pelaku segera ditangkap.

Masyarakat juga mendesak aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan kejahatan, agar kejadian serupa tidak kembali menimpa warga lainnya.

Hingga kini, pihak keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
(Tim-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.