*PERSATUAN WARTAWAN SIMALUNGUN DESAK PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS ATAS PENGANIAYAAN BRUTAL TKI ASAL MEDAN DI MALAYSIA*

oleh -109 Dilihat

Simalungun – Persatuan Wartawan Simalungun (PWS) mengecam keras dugaan penganiayaan brutal yang dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Medan, Sumatera Utara, di Malaysia. Kasus yang mengakibatkan korban mengalami kebutaan pada mata kanan dan menderita belasan luka tusuk tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga menjadi sasaran kekerasan oleh empat orang majikannya. Akibat penganiayaan tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka berat di berbagai bagian tubuh, termasuk kerusakan permanen pada mata kanan setelah mengalami tusukan yang menyebabkan kebutaan.

Ketua Persatuan Wartawan Simalungun menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah konkret guna memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan hukum, serta pemulihan yang layak.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri. Negara harus hadir memberikan perlindungan maksimal kepada warga negaranya. Kasus ini harus diusut tuntas dan para pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku di Malaysia,” tegasnya.

PWS juga meminta Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Luar Negeri, serta instansi terkait untuk berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah Malaysia guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan bagi korban.

Selain itu, Persatuan Wartawan Simalungun menilai kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia masih memerlukan penguatan yang serius. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga memastikan mekanisme pengawasan dan perlindungan yang efektif ketika para pekerja berada di luar negeri.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus tersebut, berbagai kalangan masyarakat turut mendesak agar pemerintah memberikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan penanganan korban serta langkah diplomatik yang telah dilakukan.

Persatuan Wartawan Simalungun juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya serta mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Keadilan bagi pekerja migran Indonesia harus menjadi prioritas. Mereka adalah pahlawan devisa yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku kekerasan yang merampas hak dan martabat mereka sebagai manusia,” tutupnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.