BATUBARA – Aksi kekerasan kembali terjadi. Seorang pemuda bernama Ardiansyah (Pace) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh empat orang pelaku yang diduga menggunakan senjata tajam, di kawasan Pelabuhan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sabtu malam (19/4/2026).
Insiden ini diduga dipicu kesalah pahaman yang terjadi beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 11–12 April 2026, dalam acara Vespa Halal Bihalal di Tebing Tinggi. Saat itu, pelaku diketahui ikut hadir dalam acara, namun bukan bagian dari komunitas Vespa.
Dalam kegiatan jamming malam minggu tersebut, pelaku sempat bersenggolan dengan korban. Ardiansyah kemudian menegur dengan santai, “Bang, selo bang, ini acara reggae joget santai, bukan DJ.” Teguran itu diduga memicu ketersinggungan, meski situasi kala itu tidak berkembang menjadi keributan.
Namun, situasi berubah drastis pada Sabtu malam (19/4/2026). Saat korban tengah riding santai bersama rekannya ke Pelabuhan Tanjung Tiram, ia kembali bertemu dengan para pelaku. Awalnya, pertemuan berlangsung normal dan bahkan sempat diwarnai saling bersalaman.
Tanpa diduga, usai bersalaman, korban langsung dikeroyok oleh empat orang pelaku. Dalam aksi tersebut, para pelaku diduga menggunakan senjata tajam. Salah satu pelaku yang disebut-sebut memiliki persoalan sebelumnya dengan korban diketahui bernama Badawi (panggilan).
Akibat kejadian itu, Ardiansyah mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan. Pihak korban menegaskan bahwa para pelaku tidak memiliki kaitan dengan komunitas Vespa, melainkan hanya sempat hadir dalam acara sebelumnya.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat penegak hukum diharapkan segera mengusut tuntas dan menangkap para pelaku untuk
mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan, sekaligus pengingat bahwa konflik sepele dapat berujung fatal jika tidak disikapi dengan kepala dingin.(Tim red)








