PASUKAN RPKAD TAHUN 1960-AN ‼️ ELIT TEMPUR TIGA MATRA, UJUNG TOMBAK OPERASI NEGARA

oleh -263 Dilihat

Jakarta — Dalam lembaran sejarah militer Indonesia, nama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) tercatat sebagai salah satu satuan elit paling disegani pada dekade 1950–1960-an. Dibentuk atas inisiatif Kolonel Alexander Evert Kawilarang pada 16 April 1952, satuan ini lahir dari kebutuhan mendesak negara untuk memiliki pasukan pemukul yang tangguh dan bergerak cepat dalam menghadapi berbagai ancaman bersenjata di dalam negeri.

Pembentukan RPKAD tidak dapat dilepaskan dari dinamika keamanan nasional pascakemerdekaan, termasuk pergolakan bersenjata seperti Republik Maluku Selatan (RMS). Untuk membentuk pasukan komando yang profesional, Kolonel Kawilarang merekrut mantan perwira KNIL, Raden Idjon Djanabi, yang memiliki pengalaman militer di Eropa pada masa Perang Dunia II. Djanabi kemudian menjadi komandan pertama dan perancang doktrin dasar kepasukan komando Indonesia.

Sejak awal, RPKAD dirancang sebagai satuan dengan kemampuan tempur darat yang unggul, serta kecakapan operasi lintas udara dan infiltrasi laut. Kemampuan multi-matra inilah yang menjadikan RPKAD kerap dipercaya sebagai ujung tombak dalam berbagai operasi militer strategis.

Sepanjang dekade 1950–1960-an, RPKAD diterjunkan dalam sejumlah operasi penting, antara lain penumpasan gerakan DI/TII di berbagai wilayah, Operasi Trikora dalam rangka pembebasan Irian Barat, serta operasi-operasi keamanan dalam negeri lainnya. Dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965, satuan ini juga berperan dalam operasi militer yang kemudian mengubah arah politik nasional.

Dalam perkembangannya, RPKAD mengalami beberapa kali perubahan nama dan struktur. Pada tahun 1985, satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), sebelum akhirnya pada 1995 resmi menyandang nama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang dikenal hingga kini sebagai pasukan elit TNI Angkatan Darat.

Lebih dari sekadar satuan tempur, RPKAD pada masanya menjadi simbol profesionalisme militer dan respons cepat negara dalam menghadapi ancaman bersenjata. Jejak pengabdiannya mewarnai berbagai bab penting dalam sejarah pertahanan Republik Indonesia.

Sumber:
Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Sejarah Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Kopassus, “Sejarah Singkat Kopassus,” laman resmi TNI AD.

Julius Pour, Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan.

Crouch, Harold, The Army and Politics in Indonesia (Cornell University Press).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.