Mirisnya Melihat Peredaran Narkoba di Kec. Bandar: apakah APH Tutup Mata?

oleh -175 Dilihat

Oleh: Jhody Purba (Ketua DPK KNPI Kecamatan Bandar)

Simalungun – jalurlangit.id
saat ini Melihat kondisi Kecamatan Bandar hari ini, hati kita tidak bisa tidak teriris. Wilayah yang seharusnya menjadi tempat yang aman, produktif, dan kaya akan potensi pemuda, perlahan namun pasti sedang digerogoti oleh racun bernama narkoba. Peredarannya tidak lagi tersembunyi di sudut-sudut gelap, melainkan sudah begitu masif dan terang-terangan menyasar berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Fenomena ini bukan sekadar statistik atau rumor di warung kopi. Ini adalah ancaman nyata di depan mata kita. Sabu dan jenis narkotika lainnya telah merusak masa depan anak-anak muda di Bandar, memicu tingginya angka kriminalitas, hingga meretakkan keharmonisan rumah tangga warga.

Namun, yang lebih menyakitkan daripada maraknya narkoba itu sendiri adalah sikap pasif dari aparat penegak hukum (APH).

Kenapa APH Seolah “Tutup Mata”?
Masyarakat Kecamatan Bandar hari ini bertanya-tanya: Ke mana para penegak hukum kita?

Hampir setiap warga tahu atau setidaknya mendengar titik-titik (spot) mana saja yang disinyalir menjadi sarang transaksi barang haram tersebut. Jika warga biasa saja bisa mengendus keberadaan mereka, sangat tidak masuk akal jika aparat yang memiliki seperangkat alat, intelijen, dan wewenang justru tidak tahu.

Keadaan ini memunculkan persepsi publik yang sangat miris: Apakah APH benar-benar tidak tahu, atau sengaja tutup mata?

Sikap pembiaran ini seolah memberi karpet merah bagi para bandar dan pengedar untuk terus melenggang bebas tanpa rasa takut. Ketika penindakan hukum terkesan ‘tebang pilih’ atau sekadar riak sementara tanpa menyentuh akar masalah, publik wajar jika merasa pesimis dan krisis kepercayaan terhadap APH.

Pemuda Bandar Tidak Boleh Tinggal Diam
Sebagai Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bandar, kami menegaskan bahwa generasi muda tidak akan membiarkan daerah ini hancur oleh pembiaran. Narkoba adalah musuh bersama (extraordinary crime) yang dampaknya merusak satu generasi (lost generation).

Lewat tulisan ini, saya menyuarakan jeritan hati masyarakat Kecamatan Bandar:

1.Menuntut Ketegasan APH: Kami mendesak pihak kepolisian dan institusi terkait untuk bertindak konkret, transparan, dan tanpa pandang bulu dalam memberantas jaringan narkoba di Kecamatan Bandar. Jangan hanya penikmat kelas teri yang ditangkap, tetapi berantas sampai ke akar-akarnya.

2.Evaluasi dan Transparansi: Jika ada oknum yang ‘bermain’ atau menjadi pelindung para bandar, kami minta pimpinan aparat hukum di tingkat yang lebih tinggi untuk turun tangan melakukan pembersihan internal.

3.Panggilan Menjaga Kampung: Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta organisasi kepemudaan di Kecamatan Bandar untuk merapatkan barisan, saling menjaga, dan menolak berdamai dengan peredaran narkoba.

Kecamatan Bandar membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar janji atau retorika penindakan di atas kertas. Jika APH terus memilih untuk tutup mata, maka kami—para pemuda—yang akan berdiri paling depan untuk terus bersuara dan mengawal daerah ini demi masa depan yang lebih bersih dan bebas dari narkoba.

Catatan redaksi: Opini ini disusun sebagai sarana penyampaian aspirasi publik secara konstruktif dan tegas demi kebaikan masyarakat serta generasi muda di Kecamatan Bandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.