DIDUGA 35 BUTIR NARKOBA DIAMANKAN DI JW 78, TAPI THM MASIH BEROPERASI — KNPI: JANGAN ADA KESAN PEMBIARAN!

oleh -314 Dilihat

**SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA** — Dugaan penindakan narkoba di kawasan **JW 78** kembali menjadi sorotan. Informasi yang beredar menyebut **35 butir narkoba diduga diamankan** dalam sebuah penindakan di lokasi tersebut.

Yang kemudian menjadi pertanyaan serius adalah: **jika benar ada penindakan dan barang bukti narkoba ditemukan, mengapa aktivitas THM JW 78 disebut masih berjalan?**

Pertanyaan ini kini berkembang menjadi sorotan publik. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang terang mengenai apa sebenarnya yang terjadi di lokasi tersebut, siapa yang diamankan, apa jenis barang bukti yang ditemukan, serta bagaimana status hukum perkara tersebut.

### **35 BUTIR NARKOBA BUKAN ANGKA KECIL**

Jika informasi mengenai 35 butir tersebut benar dan telah diamankan oleh aparat, perkara ini tidak semestinya dianggap sebagai persoalan kecil.

Publik tentu ingin mengetahui apakah barang tersebut hanya ditemukan pada seseorang, atau ada dugaan aktivitas peredaran yang lebih luas. Aparat juga perlu menjelaskan apakah pengelola maupun pihak lain yang berada di sekitar lokasi telah diperiksa.

**Jangan sampai penindakan hanya berhenti pada orang yang tertangkap, sementara dugaan sumber atau jaringan peredarannya tidak disentuh.**

### **THM MASIH BEROPERASI, PUBLIK BERTANYA**

Sorotan semakin tajam karena **THM JW 78 disebut masih beroperasi**.

Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan: apakah lokasi tersebut memiliki izin yang masih berlaku? Apakah ada evaluasi setelah dugaan penindakan narkoba? Siapa yang melakukan pengawasan? Dan apakah pemerintah daerah serta aparat terkait sudah mengetahui kondisi tersebut?

Jika memang tidak ditemukan pelanggaran terhadap operasional tempat usaha, **publik berhak mendapatkan penjelasan resmi**.

Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, jangan sampai masyarakat melihat adanya kesan bahwa persoalan tersebut dibiarkan begitu saja.

### **KETUA KNPI: APARAT JANGAN SETENGAH-SETENGAH**

Ketua KNPI Kecamatan Bandar, **Jhody Purba**, meminta aparat penegak hukum mengusut persoalan tersebut secara menyeluruh dan transparan.

> “Kalau benar ada 35 butir narkoba yang diamankan dari lokasi tersebut, ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan hanya menangkap orangnya, tetapi akar persoalannya tidak dibongkar,” tegas Jhody.

Ia juga meminta agar status operasional THM JW 78 diperiksa oleh instansi yang berwenang.

> “Kalau memang izinnya lengkap dan tidak ada pelanggaran, sampaikan kepada masyarakat. Tetapi kalau ada pelanggaran, jangan ada pembiaran. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian bahwa tempat hiburan malam tidak menjadi ruang bagi peredaran narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian dan konsistensi, bukan sekadar operasi sesaat.

> “Jangan sampai masyarakat melihat hukum tajam kepada pengguna atau orang kecil, tetapi tumpul ketika menyentuh lokasi atau pihak yang lebih besar. Kalau memang ada jaringan, bongkar sampai ke akar-akarnya,” tambahnya.

### **PUBLIK MENUNGGU JAWABAN POLISI**

Kini perhatian publik tertuju pada aparat penegak hukum.

**Benarkah 35 butir narkoba diamankan di JW 78? Siapa yang diamankan? Apa jenis barang buktinya? Dari mana barang tersebut diperoleh? Apakah pengelola atau pihak lain diperiksa? Dan atas dasar apa THM JW 78 masih dapat beroperasi?**

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui **keterangan resmi dan transparan dari pihak berwenang**.

KNPI berharap aparat tidak membiarkan polemik berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

**Jika benar ada narkoba, bongkar jaringan. Jika tidak benar, berikan klarifikasi. Jangan biarkan publik terus bertanya-tanya.**

*Catatan redaksi: Informasi mengenai dugaan 35 butir narkoba dan keterkaitannya dengan JW 78 masih memerlukan konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum. Pemberitaan ini menggunakan istilah “diduga” dan tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan kesalahan pihak tertentu sebelum adanya keputusan atau keterangan resmi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.