*ALIANSI PEDAGANG AYAM POTONG MURKA, DESAK CAMAT BANDAR AWASI STABILITAS HARGA AYAM POTONG*

oleh -213 Dilihat

Foto : Tim Kecamatan Bandar saat meninjau lokasi usaha Nando alias Salaky saat merespon laporan pedagang

PERDAGANGAN, SIMALUNGUN – Aliansi Pedagang Ayam Potong di Kecamatan Bandar mengaku geram atas dugaan praktik penjualan ayam potong dengan harga yang dinilai jauh di bawah harga pasar yang berlaku di wilayah Perdagangan dan sekitarnya.

Kemarahan para pedagang tertuju kepada seorang pedagang yang dikenal dengan nama Nando alias Salaky, yang berjualan di Jalan Bandar Jawa, Perluasan Kampung Jawa, Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para pedagang, yang bersangkutan menjual ayam potong dengan harga eceran sekitar Rp23.000 per kilogram.

Padahal, menurut para pedagang, harga eceran ayam potong yang selama ini berlaku di wilayah Perdagangan berada pada kisaran Rp26.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Selisih harga yang cukup jauh tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan dan berpotensi mengganggu stabilitas usaha para pedagang ayam potong lainnya.

Akibat kondisi tersebut, emosi dan kekecewaan para pedagang disebut-sebut telah memuncak. Bahkan, Aliansi Pedagang Ayam Potong mengaku tengah mempertimbangkan untuk menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Camat Bandar guna menyampaikan aspirasi dan meminta perhatian pemerintah kecamatan terhadap kondisi yang mereka anggap merugikan para pelaku usaha ayam potong.

Namun demikian, sebelum rencana aksi tersebut terealisasi, langkah cepat Camat Bandar dalam menyikapi laporan masyarakat mendapat apresiasi dari para pedagang. Camat Bandar dikabarkan langsung menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kebenaran informasi terkait harga penjualan ayam potong tersebut.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Camat Bandar yang langsung merespons keluhan masyarakat dan pedagang. Langkah ini menunjukkan adanya perhatian terhadap stabilitas ekonomi masyarakat kecil,” ujar salah satu perwakilan aliansi pedagang.

Aliansi Pedagang Ayam Potong juga mendesak Pemerintah Kecamatan Bandar agar secara rutin melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga jual ayam potong di wilayahnya. Menurut mereka, pengawasan yang berkelanjutan diperlukan untuk menjaga persaingan usaha yang sehat dan mencegah terjadinya konflik antarpedagang.

Selain itu, para pedagang menghimbau kepada seluruh pelaku usaha ayam potong di Kecamatan Bandar agar menyesuaikan harga jual dengan kondisi pasar yang berlaku sehingga tercipta iklim usaha yang kondusif dan tidak menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat.

Mereka berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog dan pembinaan dari pemerintah setempat sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan seluruh pihak, baik pedagang, konsumen, maupun masyarakat luas.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.