Jalurlangit.id | Malang – Puluhan warga memadati area Bazaar Takjil siswa Madrasah Ibtidaiyah (MIS)Darul Yaqin , Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jumat (21/3/2025) sore.
Bazar yang melibatkan para anak didik itu memang berbeda, karena hanya menjual berbagai jajanan daerah atau produk tradisional.
Beberapa jajanan yang terdengar ‘aneh’ di telinga anak era modern seperti cenil,jemblem berbahan singkong, tahu brontak, es cincau,dawet malah jadi rebutan warga yang datang.
Layaknya suasana pasar, riuh suara warga pembeli menambah semarak Bazaar Takjil bertema ‘Menjalin Kebersamaan, Berbagi Kebahagiaan’ yang melibatkan 148 siswa kelas 1 hingga kelas 6, mereka tampak keteteran melayani para pembeli.
“Alhamdulillah laris, berjualan roti cokelat buatan sendiri dibantu orangtua. Saya membuatnya dari siang, selain roti ada martabak, cenil, sewel,” kata siswi kelas V, Aufa sambil menggenggam beberapa lembar uang kertas.
Pantauan Media di lokasi, ada tujuh belas lapak yang menyuguhkan produk-produk jajanan khas untuk berbuka. Ada pula minumas es campur, telur gulung, serta beragam olahan roti.
Selain bahan baku bisa mudah didapat di lingkungan masyarakat, lanjutnya, sekaligus sebagai upaya sekolah melestarikan jajanan lokal untuk mengimbangi masifnya produk makanan cepat saji.
“Sekarang banyak makanan modern atau cepat saji. Karena itulah, kami berupaya mengenalkan dan mengembalikan sajian makanan khas yang lebih menyehatkan, tanpa bahan pengawet dan bahan kimia,” ungkap kaconk salah satu pengasuh yayasan.
Winarti selaku kepala madrasah menjelaskan, tujuan bazaar tersebut sebagai implementasi kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka Belajar yang telah berlangsung semester kemarin.
“Kebetulan tema dari P5 itu kewirausahaan, kami harapkan nantinya bisa menumbuh kembangkan jiwa wira usaha pada siswa. Sehingga kelak dapat membantu kegiatan ekonomi orangtua.
Terdapat enam kharakteristik P5 yang harus ditanamkan; yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, bernalar kritis, mandiri, bergotong-royong, dan kebhinekaan global.
Sebelumnya, pendidikan Indonesia menerapkan sistem Kurikulum 2013 atau lebih dikenal K13 dengan tiga model andalan; model pembelajaran berbasis projek (project based learning), model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), dan model pembelajaran penemuan (discovery learning).
“Gelaran Bazaar Takjil ini melibatkan semua siswa, juga kolaborasi guru dan wali murid. Karena tanpa dukungan dari wali murid, kegiatan ini tidak akan berhasil,” ungkap winarti. (Adi)